Just because I’m losing ….
pukul 6 pagi, kabut tipis masih menutupi jalanku ke pemakaman umum.
tanah basah menempel di sandal jepitku nampak lengket dan berat.
berat kaki dan hati ini.
Assalamu’alaikum ya ahli kubur…
aku berjalan kurang dari 20 meter dari gerbang pemakaman umum ini.
bunga kamboja nampak berguguran serasa menyambut hati ini yang sudah lama memendam.
memendam rindu, memendam segala rasa yang membuatku kurang mengerti.
Hari ini tepat 1 tahun istriku meninggalkan perjalanan hidupnya.
tinggal menanti suatu masa yang abadi disana.
Dari kejauhan nampak 3 pusara berjajar satu dengan lainnya.
masih jelas ukiran namamu.
Assalamu’alaykum santi… Bapak… mimih..
Secara sadar ku hamparkan pandanganku keseluruh penjuru makam ini…
kelak ku pasti seperti ini .. terbujur kaku dibawah liatnya tanah merah ini..
didalam tanah yang dingin…
tak sebanding dengan dinginnya pagi ini ..
nampak cacing menggeliat di permukaan tanah,
tapi di dalam sini kelak sebagai teman tidurku..
tak hanya menggeliat tapi bahkan memakan daging dan kulitku ..
lembabnya udara lepas hujan apakah sebanding kelembaban ruangan didalam sini…
kubersihkan permukaan tanah makam dari rumput-rumput liar dan akar2nya
kubayangkan akar-akar kamboja yang melilit badanku semakin lama menghimpit
inilah saat-saat yang menjadi kita selalu ingat akan kematian..
kematian yang tak ada manusia di duniapun yang memperkirakannya..
kuletakkan tangan ku di nisanmu..
serasa memegang kembali kepala dan rambutmu
memanggilmu… bersendau…
tak ada yang disalahkan…
tak perlu ada yang merasa bersalah …
inilah hukum alam…
kita yang ditinggalkan atau kita yang akan meninggalkan
meninggalkan orang-orang yang kita cintai
meninggalkan orang-oranf yang kita sayangi
“udah setahun rupanya ” celetukku dalam hati….
memang baru satu tahun aku mencoba berdiri sendiri …
satu tahun yang terkadang orang merasakan lama waktu itu …
satu tahun yang terkadang orang tak merasakannya karena terlalu singkat …
sudut pandang yang berbeda … dan itu memang terjadi …
dalam satu tahun ini kusadari ku terguncang …
pada awalnya aku kalut …
terlalu percaya dan terlalu takut …
tapi….
aku harus sadar kerapuhan itu kian hari harus aku pondasi kembali..
demi “amanah” yang dititipkan …
pecahan demi pecahan kembali kususun
entah kepingan yang keberapa ku temukan tuk menyusunnya kembali
belajar dari semua orang yang ada..
orang yang benar dan bahkan sebaliknya
banyak hikmah yang ku dapat dalam satu tahun ini ..
mendengarkan segala timbal balik yang kudapat ..
beberapa kali ku diselamatan dari jurang dan kegelapan
beberapa kali ku diberikan semangat menuju kekuatan
beberapa kali ku jalan dengan segala kekalutan
beberapa kali ku dapat menghadapi dengan kemampuan
beberapa kali ku melangkah dengan kerapuhan
beberapa kali ku temukan penopang-penopang tuk bersandar
Terima kasih Wawa dan Aflah dua mutiara kecilku
sumber kekuatan dan semangatku
Terima kasih Ibu yang terlalu sabar mendidik anak-anakku
dengan kelelahan dan pikiran
Terima kasih teman-temanku yang selalu memberikan ruang
untuk semua penat dan segala curahan
ku sadar didepan pasti akan ada perubahan..
perubahan yang nantinya akan kita pertanggungjawabkan …
apakah perubahan itu baik atau malah sebaliknya …
ketakutan itu muncul kembali ..dan itu benar adanya …
Just because I’m losing ….
Doesn’t mean I’m lost ….
Doesn’t mean I’ll stop …
Doesn’t mean I will cross ….
4 Desember 2009 @ Pabuaran Lor – Cirebon
Pidato Severn Suzuki, 12 th di Ruang Sidang PBB membuat forum PBB terdiam

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki. Seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization ( ECO ).
ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak-anak yang mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak-anak lain mengenai masalah lingkungan.
Dan mereka pun diundang menghadiri Konferensi Lingkungan hidup PBB tahun 1992. Pada saat itu, Seveern yg berusia 12 tahun, memberikan sebuah pidato yang sangat kuat yang memberikan pengaruh besar (dan membungkam) beberapa pemimpin dunia terkemuka.
Apa yang disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun, hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, dan saat pidatonya selesai, ruang sidang yang penuh dengan orang-orang terkemuka berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun itu?
Inilah Isi pidato tersebut: ( sumber The Collage Foundation )
foto saat pidato – usia 12 tahun
Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization.
Kami Adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri.
Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.
Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.
Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya di seluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. Kami tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya lapisan OZON.
Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya, hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama seperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.
Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir.
Jika anda tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi – dan anda semua adalah anak dari seseorang.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama, dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.
Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: “Aku berharap aku kaya , dan jika Aku kaya, Aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang.”
Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. Bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India.
Saya hanyalah seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemisikinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain.
Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan.
Tidak menyakiti makhluk hidup lain, berbagi dan tidak tamak.
Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konferensi ini. Mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan “Semuanya akan baik-baik saja”, “Kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan” dan “Ini bukanlah akhir dari segalanya”.
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?
Ayah saya selalu berkata “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatan mu bukan oleh kata-kata mu”
Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.
Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.
Kita Pasti Bertemu kembali…. (Part1)
Bunda…
bulan kemaren Aflah genap 1 tahun.. tepatnya tanggal 27 Juni.
Sekarang Aflah sudah bisa berdiri sendiri lho…
Aflah dibeli’in Abi kue ulangtahun. Rasanya enak, ada Narutonya kesukaan Aflah. Bunda mau ….???
sekarang Aflah lagi latihan berhitung ama Abi dan belajar nyanyi “burung kakaktua” dan “topi saya bundar”.
Aflah lagi pilek nih.. ketularan ama Abi.. huuuhuhu..
Lagian siy.. abi lagi pilek sering nyiumin Aflah n melukin Aflah kalo bobo..
Aflah juga bandel siy.. maunya minta gendong ama Abi mulu.. kadang kita berdua digendong lo ama Abi…
Bunda istirahat yang tenang disana ya… Aflah do’ain moga Bunda senantiasa dalam rahmat Allah..
Hallo Bunda.. ini Najwa….
yang biasa bunda panggil Wawa…
Wawa seneng banget diberi nama itu “Najwa Asyifa Candra Khairunnisa”
Nama yang indah bunda..
Bunda.. kemaren tanggal 19 Juli 2009 Wawa genap 2 tahun…
kita makan bareng di D’Cost bareng Bunda-bunda tetangga kita…
Bunda-bunda yang juga sayang ama Wawa dan dede Aflah…
Jadi Tahun ini abi ga beliin kue ulang tahun.
Kemaren Wawa dapet banyak kado juga dari bunda-bunda ada yang kasih baju bagus dan tas warna pink kesukaan wawa.
Minggu ini wawa kok males makan ya … tapi gantinya wawa minum susu banyak.. trus ngemil roti sobek.. ama puding…
hehehe….
Bunda disana baik-baik ya … wawa mo belajar sholat ma abi…
mo belajar berdo’a ama abi untuk do’a in bunda….
Wawa Janji akan jadi yang terbaik …
……..Seandainya Aku tahu…
Terima kasih atas semuanya
3 tahun kita selalu bersama
bercanda…
bercerita…
perhatianmu…..
rasa sayangmu….
cemasmu….
gelisahmu…
sangat indah ….
terkenang walimah sederhana kau ikhlas menerimanya…
bersamaku kau jalani sisa hidupmu…
Ternyata Allah sangat sayang padamu, sehingga lebih cepat kau di sisi-Nya…
kau titipkan amanah kepada ku,
dan akan tetap aku jaga dengan segenap kemampuanku…
Semoga mereka menjadi anak soleh dan solehah
yang selalu mendo’akan orangtua dimana itu adalah bekalmu disana…
Ya Allah ..
Lapangkanlah kuburnya…
jauhkanlah dari siksa kuburnya…
dan jadikanlah khusnul khotimah …
Maafkanlah segala dosa-dosanya baik sengaja ataupun tidak…
Leburkanlah Ya Allah….
Terima lah semua amal kebaikannya Ya Allah…
Semoga Ilmu yang telah dia berikan kepada anak didiknya
selalu bermanfaat bagi yang menerimanya
sehingga terus mendapatkan kebajikan-kebajikan yang tiada akhirnya….
Andai ku tahu…
aku takkan pernah meninggalkanmu sedetikpun
Andai ku tahu
takkan ku lalaikan apapun maumu…
Andai kutahu…..
takkan kubiarkan kau letih membantuku..
………Seandainya Aku tahu
Di sini Engkau beristirahat dengan tenang.
Panas sedikit menyengat di kulit..
Dengan pohon Kamboja yang melindungi kami diantara gundukan makam-makam tua…
Ku melangkah ke satu makam yang masih baru..
Ya… terbilang baru karena baru berumur 2 minggu…
Assalamu’alaikum ya Ahli kubur Santi Rahayu…. salam ku sambil kupegang nisannya….
Nisan ini terukir namamu
SANTI RAHAYU Binti TARYANTO
lahir 17-08-1981
Wafat: 03-12-2008
Engkau masih muda sekali dengan dua orang anak yang engkau lahirkan…
Engkau telah mempercayakanku sepenuhnya untuk menjaga dua buah hati kita…
Hati mana yang tak pilu, engkau terbujur kaku didalam tanah ini …
Semoga cahaya kebaikanmu di dunia sebagai penerangmu disini..
Semoga amal ibadahmu sebagai temanmu disini…
Semoga Do’a kami akan melapangkanmu dialam ini..
Semoga pengorbananmu mendapatkan tempat terbaikmu disini….
Setiap jiwa pasti akan merasakannya.
Merasakan satu hal yang mereka sebut sebagai kematian.
Setidaknya memang begitulah yang Allah katakan dalam firman-Nya.
Dan kamipun menyadari sepenuhnya.
Kupegang Nisan ini seakan merasakan memegang keningmu….
Do’a dan harapan ku panjatkan untukmu…
Ikhlas ku rela mendahului kami agar kau tenang
Semoga anakmu kelak menjadi anak yang sholeh dan sholehah
Dimana akan menjadi penyelamat kita di akherat nanti..
InsyaAllah….
Ku beranjak dari tempatku…
Kulangkahkan kaki ini dengan segala harap dan asa…
Melangkah dalam rahmat dan ridha-Nya.
Semoga dipermudah segalanya…di ringankan segala urusannya…
Aku mengharapmu yaa Rabb …
Untuk hidup yang lebih baik. InsyaAlloh …
Cirebon, 11:30AM, 25 Dec 08
semua yang tercipta pasti akan kembali kepadanya..
Cirebon, 3 Dec 2008
Pagi itu raut muka kembali bersinar…
rasa sakit kau simpan agar kekhawatiranku membias…
Selamat pagi sayang….
sembari kukecup kening yang dingin itu…
kau paksakan semuanya kembali pulih…
kau paksakan memegang dan mencium tanganku dengan tangan yang bergetar…
maafkan abi, bunda…
sesaat Hp ku berbunyi, nampak profile ibu di display..
” ada apa mak..(ibu)..”
” Santi gimana ..???”
” Udah baekan mak..” sudah banyak perkembangannya”
” Can,… Aflah demam tinggi…. bisa ke Jakarta hari ini, can..?
besok ke Cirebon lagi …”
” inngih mak..”
Aflah anak keduaku demam tinggi, cemas dan bingung kurasakan…
“Bunda.. Aflah sakit demam, abi boleh pulang sebentar…?
“Besok pagi Abi ke sini lagi…Boleh ..??
“Boleh…” itulah ucapan yang aku dengar.. kuliat kecemasan didinginnya raut muka dan kecemasan hatimu..
Kucium kembali dahi istri yang mulai berkeringat dingin…. kugenggam erat tanganmu..
Inilah saat yang sangat di sukai rasul kita… bermesraan dengan istri adalah sadakah ..
saat tangan suami istri saling menggenggam InsyaAllah dari sela-sela jari bergugurlah dosa-dosa kita…
Saat berpamitan kau paksakan untuk memeluk dan mencium tanganku..
dengan berbisik..
“maaf ya abi,….” hanya itu yang aku dengar…
tak kurasa titik-titik air mataku bergerai..”
Iya … abi juga minta maaf ya.. bunda….
Abi .. ke jakarta dulu …. besok abi pasti kecirebon lagi…
Anggukan dan tatapan mengiringiku meninggalkan kamar perawatan… walau hati ini sedikit resah…
Resah, khawatir, bingung….
Disisi istriku terbaring lemah di Rumah sakit Cirebon…
di sisi lain puteraku demam tinggi…yang mana belum kuketahui persis keadaanya…
Jam 7 malam ku sampai jakarta…
kupeluk erat anak kedua ku…
badannya panas dan rintihan terus kau ucapkan…
pujian dan do’a terus kupanjatkan untuk-MU…
memohon… menangis… hanya Engkaulah sang maha Penyembuh….
Alhamdulillah jam 9 malam Aflah sudah tenang dan tertidur… walau masih sedikit demam…
ku peluk dan kuliat kedua anak ku yang tertidur pulas…
Terima kasih Ya Allah…. kau telah memberikan buah hati yang sangat cantik dan tampan…
kukecup kening putri pertamaku Najwa dengan barisan do’a agar kelak menjadi mujahidah yang berkualitas…
menggeliat tubuhnya karena kecupanku… seakan merasakan akan kehadiranku….
Tak lama kemudian… Hp ku berbunyi kali ini dari Ayah Istriku…
“Ya pak.. ada apa….”
“Candra… Santi sekarang kritis…”
Terperanjat ku dari tempat tidurku….
“Dokter ada di situ pak…?”
“Iya… sekarang sudah di tangani..”
Cemas,…khawatirr,…Bingung,…. seakan menyerah dan menghantam tubuhku dari segala arah…
Berdo’a .. berdo’a dan terus ku berdo’a …
Semuanya ku serahkan kepadamu ya Allah…
Engakulah sang maha Penyembuh…
Engakulah sang maha Keputusan…
Jika Engkau berkehandak menyembuhkan maka sembuhkanlah segera ya Allah….
Hamba tidak pernah tahan melihat orang tersayang hamba menggigil, meradang, kadang menangis menahan sakit…
Jam 10 malam kembali ku hubungi Ayah istriku…
Sekarang Istriku dalam keadaan taksadarkan diri….
Istriku dalam keadaan koma….
Ya.. ALLAH…. jangan kau siksa istri hamba ini ya Allah…
Ya Allah… jika engaku belum menghendakinya…Sembuhkanlah kembali istriku ….
Jika engaku sayang padanya… Ambilah ya Allah dalam keadaan khusnul khotimah ..
Ambilah dengan sebaik-baik hambaMu ya Allah….
segala do’a dan pujian terus mengalir di hati….
memohon yang terbaik bagi kami dengan kuasa-Nya…
kurang dari satu jam… Dokter yang merawat istriku menelpon…
Asaku mulai timbul… semoga semuanya lancar….
“Hallo.. Dok..”
“Pak candra… mohon maaf… Istri bapak sudah tidak ada…
kami telah berusaha semampu kita pak…”
badanku tak terasa… Hatiku bergunjang…. kosong… semuanya kosong…
dengan lirih kuucapkan.. Innalilahi wa innalilahi roji’uun…
“Terima kasih Dok…” seraya tubuhku melayang tak tersasa…
ku tersungkur ditubuh Ibuku dengan dengan tangisan yang tak pernah ku lakukan semenjak Meninggalnya Ayahku..
Tangisan kehilangan… Tangisan yang terbendung…
Rasa bersalah menyelimuti diri…
Disaat istri sedang berjuang dengan maut… aku suaminya tak ada disampingnya….
Ya Allah… Apakah ini yang terbaik bagi kami ya Allah….
Jika Iya.. Saya dan Anak-anak saya akan ikhlas dengan kejadian ini…
Tapi tabahkanlah kami ya Allah…
Kuatkan hati kami ya Allah…
Santi….
Ternyata…. Ciuman itu adalah ciuman terakhir darimu….
Ternyata…. Senyuman itu adalah senyummu yang terakhir untukku…
“maaf ya abi”….iya Kata-kata itu adalah kata-kata terakhir yang keluar dari sudut bibirmu..
Terima kasih Santi…istriku
Kau telah memberikan dua buah hati sebagai penggantimu…
Kan kujaga dia dengan segala kemampuanku…
kau telah menemaniku disaat senang dan sedih…
melayaniku… menasehatiku…
membangkitkanku pada saatku jatuh….
memberiku semangat saat ku terpuruk…
Allah sangat sayang padamu sehingga kau lebih cepat disisiNya.
Semoga kau lapang dialam-Nya…
mendapatkan tempat yang terbaik…
jauh dari siksa kuburmu…
Abi akan mencoba Ikhlas agar kau tenang disana…
semua yang tercipta pasti akan kembali kepadanya..
Abi sangat sayang Bunda…..
Terima kasih Bunda….
Musibah … atau Peringatan…
Segala sesuatu pasti akan kembali kepada sang Pemiilik…
Musibah selalu datang dan terjadi kepada setiap umat manusia di dunia ini. Tinggal bagaimana kita menyikapi dari pada musibah tersebut.
Bisa Jadi Musibah ditujukan untuk menguji keimanan (QS 29: 2-3). Sebab, seorang yang mengaku beriman kepada Allah belum tentu sungguh-sungguh beriman. Karenanya, Allah perlu menguji mereka yang mengaku beriman dengan sesuatu.
Atau bahkan Musibah terjadi sebagai pengalaman dan pelajaran yang berharga agar kita lebih berhati-hati, lebih terencana dalam bertindak dan bersikap.
Bermula mencoba mencari tambahan rejeki dengan membuka toko busana muslim, aku memberanikan diri untuk menyewa toko sekitar 25 juta pertahun.
Hari pertama pengunjung masih sepi dan tanpa ada pembeli satupun. Setidaknya aku bersyukur karena masih ada juga yang mengunjungi tokoku. Hari kedua dan ketiga dan keempat lebih baik karena ada beberapa pembeli yang bersedia membeli daganganku.
Musibah terjadi pada saat hari kelima daganganku. Pegawaiku kena hipnotis dari salah satu pengunjung, raib lah uang daganganku ratusan ribu.
Panik, takut dan berbagai macam pikiran berkecamuk dalam pikiranku.
Istriku tak kalah paniknya dan kami sepakat untuk menutur toko yang baru 5 hari buka. Dan memang daerah yang kami sewa tidak kondusif, tidak aman dan rawan.
Terpaksa harus kami oper kontrak toko yang sudah kami renov…
Allah telah memberikan cobaan kepada keluargaku…
sesaat aku menyalahkan diri sendiri…
Sesaat aku berandai-andai .. coba saja kami ga nekat buka toko..
coba kami buka d rumah saja …
bisikan-bisikan setan terus membuat penat ….
Astagfirullah.. Sadar kami takkan bisa mengulang kembali masa yang telah berlaku..
Allah telah memberikan suatu hikmah yang luarbiasa kepada kami, suatu pelajaran yang sangat berharga kepada kami. Agar kami lebih berhati-hati dan merencanakan segala hal dengan matang dan memikirkan resiko-resiko yang kemungkinan terjadi.
Ya Allah ku tetap bersyukur kepada-Mu ..
Kau telah mengingatkan ku untuk takut kepada-Mu..
Tak kan ada makhluk didunia ini yang mampu mengalahkan-Mu…
Kami akan selalu berusaha sepenuh kekuatan yang kami miliki..
Untuk bangkit… dengan Prinsip
“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memproleh selain apa yang telah di usaha kannya. (QS.53:39)”
Ya Allah mudahkanlah langkah hamba-Mu ini.. ya Allah
Maafkanlah segala kekurangan dan kesalahan kami yang tiap hari kami lakukan baik dalam keadaan sadar maupun tak sadar……….
Bekerja keraslah kamu untuk duniamu seolah olah kamu akan hidup selama lamanya, bekerja keraslah untuk akhirat kamu seolah olah kamu mati esok hari. HR Baihaqi.
Salam,
Abu Najwa
Mau kemanakah rejekiku…
Allah maha pemberi rejeki dan maha pembolak-balik hati.
Ku serahkan segalanya waktu dan hariku
Berdo’a dan memanjatkan pujian kepada-Mu
Saat bimbang yang kurasa ini..
Agak sesak memang dusta yang dirasakan dari seorang yang kita cintai.
kejadian yang mungkin membuat ku kesal tapi percuma ku salahkan.
Hikmah dan pelajaran semoga membuat sang “Cinta” mengerti
Belajar dan berpikir sejenak tanpa emosi
Kuharap “Cinta” selalu ikhtiar dan istiqomah
dengan kebenaran dari Ayatullah yang abadi
Selalu tunduk merintih dan dan muhasabah
kala malam yang hening nan haru.
Ya Allah……
Apabila Rejekiku ada didalam Bumi
Maka keluarkanlah kepada kami
Apabila Rejekiku ada diatas Langit
Maka Turunkanlah kepada kami
Ya Allah……
Apabila Rejekiku Haram
Maka sucikanlah rejeki kami ini
Apabila Rejekiku jauh dari kami
Maka Dekatkanlah kepada kami …
Ya Allah Ya Tuhan kami,
Anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami
sebagai penyenang hati (kami)
Dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
kan ku junjung amanah-Mu….
![]()
Alhamdulillah… kami akan mendapat kembali momongan… walau jarak anak kami terpaut pendek.
Tak pantas kalo hamba ini mengeluh mengaduh dengan segala nikmat yang selama ini Engkau berikan kepada kami.
Anak dan Istri adalah amanah sekaligus ujian yang di berikan kepada para suami sang pemimpin keluarga.
Anak dan Istri adalah tanggung jawab, titipan Allah.
Mereka adalah amanah yang harus dijaga : dipelihara kehidupan mereka di dunia dan nasibnya kelak di akhirat.
“Hai orang-orang beriman, jagalah diri kamu dan keluargamu dari sentuhan api neraka”
(Q.S. al-Tahrim : 6).
aku cinta keluargaku karena Allah maka
Aku akan berusaha berdiri tegak dengan kedua kakiku …
Aku akan berusaha mengangkat tinggi dengan otot-otot lenganku …
Aku tak peduli dengan keringat yang mengalir membasahi permukaan kulitku …
Aku akan menjaga hati dengan kesabaran dari ruang rasa ini …
Dihadapan berbagai keadaan akan kita lalui.
Mulai dengan mencari kontrakan baru yang lebih besar dan lebih murah,
memberi semangat kepada istri tercintaku,
bermain dengan putri cantikku yang sudah mulai licah.
Dengan ihtiar dan bersabar kan kubangun keluarga sakinahku ….
Bersama-Mu ya Allah aku berserah diri…..
Dengan-Mu ya Allah aku memohon pertolongan….
Hanya kepada-Mu ya Allah aku bersujud ….
Engkaulah yang selalu memberi nikmat dan rejeki kami ….
Kumohon ya Rabb… ringankanlah langkah ini ….
amien…amien… ya rabbal alamien….
Maafkan aku, bu…
DEG… hati ini terasa kaget sekali,
Saudara kembarku baru saja SMS.
Bahwa ibu keliatan jengkel dan cape ma kelakukan ku dan istriku. Tapi, perlakuan yang mana….
Ini lah kelemahan pada diriku yang sangat kurang peka terhadap reaksi di sekelilingku… dan memang sifatku..
Apakah gara-gara anakku yang rewel dan beliau mempersalahkan ari-ari anakku yang aku pendam tidak memakai lampu.
Apakah tadi malam ketika aku menanyakan kenapa beli garam pada saat anakku rewel, dan kemudian beliau menebarkannya di sekiling rumahku.
Ibu… maafkanlah anakmu ini …
Anakmu tak bermaksud menyakiti hati ibu,… tapi anakmu ingin mengajak ibu berpikiran realitis dan syar’i menurut al-qur’an dan hadist.
Ya.. Allah… bukakanlah hati-hati kami ini ya.. Allah…
Bukakan pintu pikiran kami ini…
Ibu… jika kau jengkel padaku … hati ini serasa mau pecah…
aku ga mau engkau acuh pada kami…
Maafkan aku ibu…
aku sayang kamu ibu….
Ibu,….
Anakmu ini sedang belajar memberi yang terbaik buat anak sang buah hati ini.
Aku ingin memberi yang terbaik buat keluarga baruku..
walaupun sangat aneh dan kurang engkau mengerti jika di bandingkan dengan adat dahulu
Ya Allah….
Berikanlah kemudahan pada hambamu ini dalam menyampaikan amanahmu
Berikanlah pengertian yang halus kepada orang tuaku akan ajaran islam yang indah ini…
Bukakanlah hati ini untuk menerima bisikan yang terbaik untuk langkah ini
Ya Allah…
Yang memiliki hati ini…
Janganlah kau bimbangkan hati ini
Janganlah kau bolak-balikkan iman ini
Janganlah kau hitamkan perasaan ini
Janganlah kau keraskan hati ini ya Rabb…
Berikanlah petunjuk-Mu kepada kami…
Tunjukilah bahwa kebenaran jelas sehingga kami dapat melihat bahwa itu adalah benar….
Tunjukilah bahwa kesalahan jelas sehingga kami dapat menghindari kesalaan itu…
Ya.. Allah…
Hanya kepada-Mu lah kami memohon ampun
Hanya kepada-Mu lah kemi meminta petunjuk
Untuk itu terima dan kabulkanlah permintaan hamba-Mu ini ya Allah….
Amien ya Rabal alamien….
-
Recent
- BERCERMIN DIRI
- Just because I’m losing ….
- Karunia-Mu
- Renungan Malam Pertama
- Pidato Severn Suzuki, 12 th di Ruang Sidang PBB membuat forum PBB terdiam
- .: Gundahnya seorang Ayah :.
- Kita Pasti Bertemu kembali…. (Part1)
- Jika aku mencinta……
- … adalah hakmu, anakku
- Najwa dan Aflah adalah bagian dari hati ini.
- ……..Seandainya Aku tahu…
- Di sini Engkau beristirahat dengan tenang.
-
Links
-
Archives
- December 2009 (2)
- November 2009 (3)
- September 2009 (1)
- July 2009 (1)
- April 2009 (2)
- March 2009 (2)
- January 2009 (2)
- September 2008 (1)
- August 2008 (3)
- June 2008 (1)
- May 2008 (2)
- April 2008 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS