Just because I’m losing ….
pukul 6 pagi, kabut tipis masih menutupi jalanku ke pemakaman umum.
tanah basah menempel di sandal jepitku nampak lengket dan berat.
berat kaki dan hati ini.
Assalamu’alaikum ya ahli kubur…
aku berjalan kurang dari 20 meter dari gerbang pemakaman umum ini.
bunga kamboja nampak berguguran serasa menyambut hati ini yang sudah lama memendam.
memendam rindu, memendam segala rasa yang membuatku kurang mengerti.
Hari ini tepat 1 tahun istriku meninggalkan perjalanan hidupnya.
tinggal menanti suatu masa yang abadi disana.
Dari kejauhan nampak 3 pusara berjajar satu dengan lainnya.
masih jelas ukiran namamu.
Assalamu’alaykum santi… Bapak… mimih..
Secara sadar ku hamparkan pandanganku keseluruh penjuru makam ini…
kelak ku pasti seperti ini .. terbujur kaku dibawah liatnya tanah merah ini..
didalam tanah yang dingin…
tak sebanding dengan dinginnya pagi ini ..
nampak cacing menggeliat di permukaan tanah,
tapi di dalam sini kelak sebagai teman tidurku..
tak hanya menggeliat tapi bahkan memakan daging dan kulitku ..
lembabnya udara lepas hujan apakah sebanding kelembaban ruangan didalam sini…
kubersihkan permukaan tanah makam dari rumput-rumput liar dan akar2nya
kubayangkan akar-akar kamboja yang melilit badanku semakin lama menghimpit
inilah saat-saat yang menjadi kita selalu ingat akan kematian..
kematian yang tak ada manusia di duniapun yang memperkirakannya..
kuletakkan tangan ku di nisanmu..
serasa memegang kembali kepala dan rambutmu
memanggilmu… bersendau…
tak ada yang disalahkan…
tak perlu ada yang merasa bersalah …
inilah hukum alam…
kita yang ditinggalkan atau kita yang akan meninggalkan
meninggalkan orang-orang yang kita cintai
meninggalkan orang-oranf yang kita sayangi
“udah setahun rupanya ” celetukku dalam hati….
memang baru satu tahun aku mencoba berdiri sendiri …
satu tahun yang terkadang orang merasakan lama waktu itu …
satu tahun yang terkadang orang tak merasakannya karena terlalu singkat …
sudut pandang yang berbeda … dan itu memang terjadi …
dalam satu tahun ini kusadari ku terguncang …
pada awalnya aku kalut …
terlalu percaya dan terlalu takut …
tapi….
aku harus sadar kerapuhan itu kian hari harus aku pondasi kembali..
demi “amanah” yang dititipkan …
pecahan demi pecahan kembali kususun
entah kepingan yang keberapa ku temukan tuk menyusunnya kembali
belajar dari semua orang yang ada..
orang yang benar dan bahkan sebaliknya
banyak hikmah yang ku dapat dalam satu tahun ini ..
mendengarkan segala timbal balik yang kudapat ..
beberapa kali ku diselamatan dari jurang dan kegelapan
beberapa kali ku diberikan semangat menuju kekuatan
beberapa kali ku jalan dengan segala kekalutan
beberapa kali ku dapat menghadapi dengan kemampuan
beberapa kali ku melangkah dengan kerapuhan
beberapa kali ku temukan penopang-penopang tuk bersandar
Terima kasih Wawa dan Aflah dua mutiara kecilku
sumber kekuatan dan semangatku
Terima kasih Ibu yang terlalu sabar mendidik anak-anakku
dengan kelelahan dan pikiran
Terima kasih teman-temanku yang selalu memberikan ruang
untuk semua penat dan segala curahan
ku sadar didepan pasti akan ada perubahan..
perubahan yang nantinya akan kita pertanggungjawabkan …
apakah perubahan itu baik atau malah sebaliknya …
ketakutan itu muncul kembali ..dan itu benar adanya …
Just because I’m losing ….
Doesn’t mean I’m lost ….
Doesn’t mean I’ll stop …
Doesn’t mean I will cross ….
4 Desember 2009 @ Pabuaran Lor – Cirebon
1 Comment »
Leave a Reply
-
Recent
-
Links
-
Archives
- March 2012 (1)
- December 2011 (1)
- October 2011 (2)
- January 2011 (1)
- December 2010 (1)
- September 2010 (1)
- August 2010 (1)
- June 2010 (1)
- April 2010 (1)
- December 2009 (2)
- November 2009 (3)
- September 2009 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS

Membaca tulisan ini, terasa bergetar hati ini.
Salut untukmu kawan, yang tetap tegar dan tabah menghadapi ini demi kedua mutiara kecilmu itu.
Smg ibunya yang di alam sana merasakan kebahagiaan atas ketabahanmu, kawan. Mari kita maknai hidup ini agar lbh berarti.