Bekal Surga

Just another WordPress.com weblog

BERCERMIN DIRI

BERCERMIN DIRI
Abdullah Gymnastiar

Tatkala kudatangi sebuah cermin
Tampak sesosok yang sangat lama kukenal dan sangat sering kulihat
Namun aneh , sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat

Tatkala kutatap wajah , hatiku bertanya .
Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya bersinar indah di surga sana ?
Ataukah wajah ini yang kelak akan hangus legam di neraka Jahannam

Tatkala kutatap mata, nanar hatiku bertanya
Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan….
Menatap Allah , menatap Rasulullah , menatap kekasih-kekasih Allah kelak ?
Ataukah mata ini yang terbeliak , melotot , menganga , terburai menatap
Neraka Jahannam………..

Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan ?
Wahai mata , apa gerangan yang kau tatap selama ini ?

Tatkala kutatap mulut , apakah mulut ini yang kelak akan mendesah penuh
kerinduan .. Mengucap laa ilaaha ilallah saat malaikat maut datang
menjemput ?

Ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah menjulur , dengan lengking
jeritan pilu yang akan mencopot sendi-sendi setiap pendengar.

Ataukah mulut ini menjadi pemakan buah zaqum jahannam ..yang getir
penghangus , penghancur setiap usus.
Apakah gerangan yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang ?
Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan ?

Berapa banyak hati-hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang
mengiris tajam

Berapa banyak kata-kata manis semanis madu yang palsu
yang engkau ucapkan untuk menipu ?

Betapa jarang engkau jujur.
Betapa langkanya engkau syahdu memohon
agar Tuhan mengampunimu.

Tatkala kutatap tubuhku.
Apakah tubuh ini kelak yang akan penuh cahaya …
Bersinar , bersukacita , bercengkrama di surga ?
Atau tubuh ini yang akan tercabik-cabik hancur ,
mendidih ,
di dalam lahar membara jahannam , terpasung tanpa ampun ,
derita yang tak pernah berakhir

Wahai tubuh , berapa banyak maksiat yang engkau lakukan ?
Berapa banyak orang-orang yang engkau zalimi dengan tubuhmu ?
Berapa banyak hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau
tindas dengan kekuatanmu ?

Berapa banyak perindu pertolongan yang engkau acuhkan tanpa peduli
padahal engkau mampu ?
Berapa banyak hak-hak yang engkau rampas ?

Ketika kutatap hai tubuh
Seperti apa gerangan isi hatimu
Apakah isi hatimu sebagus kata-katamu
Atau sekotor daki-daki yang melekat di tubuhmu
Apakah hatimu segagah ototmu
Atau selemah daun-daun yang mudah rontok
Ataukah hatimu seindah penampilanmu
Ataukah sebusuk kotoran-kotoranmu

Betapa beda ..betapa beda …apa yang tampak di cermin
dengan apa yang tersembunyi

Betapa beda apa yang tampak di cermin dan apa yang tersembunyi
Aku telah tertipu , aku tertipu oleh topeng
Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng, hanyalah topeng belaka

Betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng
Betapa yang indah ternyata hanyalah topeng..

Sedangkan aku … hanyalah seonggok sampah busuk yang terbungkus

Aku tertipu , aku malu ya Allah

Allah ..selamatkan aku..Amin ya Rabbal ‘alamin

December 16, 2009 Posted by | Penggugah Jiwa | 3 Comments

Just because I’m losing ….

pukul 6 pagi, kabut tipis masih menutupi jalanku ke pemakaman umum.
tanah basah menempel di sandal jepitku nampak lengket dan berat.
berat kaki dan hati ini.
Assalamu’alaikum ya ahli kubur…
aku berjalan kurang dari 20 meter dari gerbang pemakaman umum ini.
bunga kamboja nampak berguguran serasa menyambut hati ini yang sudah lama memendam.
memendam rindu, memendam segala rasa yang membuatku kurang mengerti.
Hari ini tepat 1 tahun istriku meninggalkan perjalanan hidupnya.
tinggal menanti suatu masa yang abadi disana.

Dari kejauhan nampak 3 pusara berjajar satu dengan lainnya.
masih jelas ukiran namamu.
Assalamu’alaykum santi… Bapak… mimih..
Secara sadar ku hamparkan pandanganku keseluruh penjuru makam ini…
kelak ku pasti seperti ini .. terbujur kaku dibawah liatnya tanah merah ini..
didalam tanah yang dingin…
tak sebanding dengan dinginnya pagi ini ..
nampak cacing menggeliat di permukaan tanah,
tapi di dalam sini kelak sebagai teman tidurku..
tak hanya menggeliat tapi bahkan memakan daging dan kulitku ..
lembabnya udara lepas hujan apakah sebanding kelembaban ruangan didalam sini…
kubersihkan permukaan tanah makam dari rumput-rumput liar dan akar2nya
kubayangkan akar-akar kamboja yang melilit badanku semakin lama menghimpit

inilah saat-saat yang menjadi kita selalu ingat akan kematian..
kematian yang tak ada manusia di duniapun yang memperkirakannya..

kuletakkan tangan ku di nisanmu..
serasa memegang kembali kepala dan rambutmu
memanggilmu… bersendau…

tak ada yang disalahkan…
tak perlu ada yang merasa bersalah …
inilah hukum alam…
kita yang ditinggalkan atau kita yang akan meninggalkan
meninggalkan orang-orang yang kita cintai
meninggalkan orang-oranf yang kita sayangi

“udah setahun rupanya ” celetukku dalam hati….

memang baru satu tahun aku mencoba berdiri sendiri …
satu tahun yang terkadang orang merasakan lama waktu itu …
satu tahun yang terkadang orang tak merasakannya karena terlalu singkat …
sudut pandang yang berbeda … dan itu memang terjadi …

dalam satu tahun ini kusadari ku terguncang …
pada awalnya aku kalut …
terlalu percaya dan terlalu takut …
tapi….
aku harus sadar kerapuhan itu kian hari harus aku pondasi kembali..
demi “amanah” yang dititipkan …
pecahan demi pecahan kembali kususun
entah kepingan yang keberapa ku temukan tuk menyusunnya kembali

belajar dari semua orang yang ada..
orang yang benar dan bahkan sebaliknya
banyak hikmah yang ku dapat dalam satu tahun ini ..
mendengarkan segala timbal balik yang kudapat ..

beberapa kali ku diselamatan dari jurang dan kegelapan
beberapa kali ku diberikan semangat menuju kekuatan
beberapa kali ku jalan dengan segala kekalutan
beberapa kali ku dapat menghadapi dengan kemampuan
beberapa kali ku melangkah dengan kerapuhan
beberapa kali ku temukan penopang-penopang tuk bersandar

Terima kasih Wawa dan Aflah dua mutiara kecilku
sumber kekuatan dan semangatku
Terima kasih Ibu yang terlalu sabar mendidik anak-anakku
dengan kelelahan dan pikiran
Terima kasih teman-temanku yang selalu memberikan ruang
untuk semua penat dan segala curahan

ku sadar didepan pasti akan ada perubahan..
perubahan yang nantinya akan kita pertanggungjawabkan …
apakah perubahan itu baik atau malah sebaliknya …
ketakutan itu muncul kembali ..dan itu benar adanya …

Just because I’m losing ….
Doesn’t mean I’m lost ….
Doesn’t mean I’ll stop …
Doesn’t mean I will cross ….

4 Desember 2009 @ Pabuaran Lor – Cirebon

December 10, 2009 Posted by | True Story | 1 Comment

   

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.