Karunia-Mu
Yaa Allah! Bukakanlah bagiku pintu-pintu karunia-MU, turunkan untukku berkah-berkahmu.
Berilah kemampuan untukku kepada penyebab-penyebab keridloan-MU,
dan tempatkanlah aku di dalam sorga-MU yang luas,
Wahai Penjawab doa orang-orang yang dalam kesempitan.
Ya Allah ya Tuhan kami
Janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmatMu dari tipu daya orang- orang yang kafir (Qs. Yunus: 85-86).
Ya Tuhanku, sungguh aku berlindung kepadaMu dari memohon sesuatu yang aku tidak mengetahui hakikatnya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampunan serta tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk golongan orang-orang yang merugi (QS. Hud: 47).
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami berikanlah ampunan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat) (QS. Ibrahim: 41-42).
Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar, dan keluarkanlah pula aku secara keluar yang benar. Dan berikanlah kepadaku dari sisiMu kekuasaan (pemimpin) yang menolong (Al-Isro’: 80).
Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini. (QS. Al-Kahfi: 10).
Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku. (QS. Thoha: 27)
Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sungguh Engkau Maha Pendengar doa. (QS. Ali ‘Imran: 38).
Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung pula kepada-Mu, ya Tuhan kami dari kedatangan mereka kepadaku. (QS. Al-Mukminin: 97-98).
Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqan: 74).
Allaahummagh firlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shaghiraa.
Ya Allah, ampunilah dosa hamba dan dosa kedua orang tua hamba, dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka mengasihani hamba sejak kecil.
Berilah ketenangan kepada Ayah kami di sisi-Mu ya Allah, terimalah segala amal baiknya selama di dunia ini ya Allah….
Ya Allah Ya Rab… berikanlah ketabahan hati Ibunda hamba di usia senja. Berikanlah kesehatan dan segala sesuatu yang terbaik untuknya…
Rabbana afrigh ‘alayna sabran wa thabbit aqdamana wansurna ‘alal-qawmil-kafirin
(Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir)
Rabbana atina fid-dunya hasanatan wa fil ‘akhirati hasanatan waqina ‘adhaban-nar
(Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka)
Ya Allah ya tuhan kami,
Kiranya seumur hidup kamipun tak akan sanggunp menyelesaikan deretan doa doa dan permintaan kami, karena rejeki karunia dan nikmatMu benar benar tidak terkira dan tak terhitung.
Terimakasih atas rejeki yang kau berikan tanpa kami sangka-sangka, kesehatan yang kadang kami lupa mensyukurinya, cinta kasih, kebahagiaan, dan kemudahan yang tiada tara yang telah Engkau berikan dalam kehidupan kami.
Berikan hamba keluarga yang bahagia dan sejahtera dengan Istri dan anak yang solehah. Bukakan lah pintu-pintu penenang hati kami agar senantiasa mendapatkan ketenangan dan kenyamanan dalam keluarga ini
Semoga selamanya akan tetap bersama dalam suka duka dan cinta dibawah limpahan karunia dan kasihMu. Amin
Allahumma Shollii Alaa Sayyidina Muhammad wa Alaa Alihi Sayyidina Muhammad
Amin .. amin … amin … ya Rabbi.
Renungan Malam Pertama
Satu hal yang akan menanti kita…
Indahnya malam pertama…
Malam yang tak pernah kita sangka-sangka
Malam dimana hanya terjadi satu kali di kehidupan kita
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara….
isak tangis istri kita… suami kita.. anak-anak kita ..
tak seorangpun dapat menolong ….
Dihari itu ..
kita sangat dan sangat dimanjakan …
Badan kita di bersihan
Dimandikan dengan rasa haru …
Dengan ikhlas kita dibersihkan olehnya …
Saat – saat terakhir menyentuhnya …
Itulah sosok Kita….
Itulah jasad Kita waktu itu….
sosok yang tak dapat berbuat apa-apa…
sosok yang lemah tak berdaya….
Apa jadinya jika kita tak mempunyai seseorang yang kita kasihi…
Apa jadinya jika kita hidup tidak ada yang peduli …
Apa jadinya jika tak ada yang merawat kita menghadap Sang Khalik…
Hanya Kain putih yang membawamu serta…
Hanya kapas putih yang menyumpal di setiap lubang tubuhmu…
Hanya keranda yang bisa mengantarmu…
Ketika kau di hadirkan di liang lahat…
terkubur sendiri didalam tanah nan liat…
tak satupun yang menemanimu..
tuk mempertanggung jawabkan segala lakumu..
Malam pertamapun datang….
cacing nan gemulai menyentuh ..
dari atas hingga ujung kaki…
Menyapa .. .
tersenyum …
seolah meledekimu …
Mana pangkatmu di dunia ..
Mana hartamu yang sering kau kejar…
Mana kecantikanmu yang selalu kau banggakan…
Bisakah kau lawan ..
Bisakah menolongmu …
Bisakah menghindar darinya…
Masihkah kau berjalan dengan kesombonganmu…
Masihkan bisakah kau hina orang di sekelilingmu…
Masih bisakah kau menyakiti sesamamu….
Takut…
Sepi….
Dingin…
Sendiri …..
…………………..
Pidato Severn Suzuki, 12 th di Ruang Sidang PBB membuat forum PBB terdiam

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki. Seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization ( ECO ).
ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak-anak yang mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak-anak lain mengenai masalah lingkungan.
Dan mereka pun diundang menghadiri Konferensi Lingkungan hidup PBB tahun 1992. Pada saat itu, Seveern yg berusia 12 tahun, memberikan sebuah pidato yang sangat kuat yang memberikan pengaruh besar (dan membungkam) beberapa pemimpin dunia terkemuka.
Apa yang disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun, hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, dan saat pidatonya selesai, ruang sidang yang penuh dengan orang-orang terkemuka berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun itu?
Inilah Isi pidato tersebut: ( sumber The Collage Foundation )
foto saat pidato – usia 12 tahun
Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization.
Kami Adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri.
Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.
Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.
Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya di seluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. Kami tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya lapisan OZON.
Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya, hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama seperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.
Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir.
Jika anda tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi – dan anda semua adalah anak dari seseorang.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama, dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.
Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: “Aku berharap aku kaya , dan jika Aku kaya, Aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang.”
Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. Bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India.
Saya hanyalah seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemisikinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain.
Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan.
Tidak menyakiti makhluk hidup lain, berbagi dan tidak tamak.
Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konferensi ini. Mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan “Semuanya akan baik-baik saja”, “Kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan” dan “Ini bukanlah akhir dari segalanya”.
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?
Ayah saya selalu berkata “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatan mu bukan oleh kata-kata mu”
Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.
Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.
-
Recent
-
Links
-
Archives
- March 2012 (1)
- December 2011 (1)
- October 2011 (2)
- January 2011 (1)
- December 2010 (1)
- September 2010 (1)
- August 2010 (1)
- June 2010 (1)
- April 2010 (1)
- December 2009 (2)
- November 2009 (3)
- September 2009 (1)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
