Bekal Surga

Just another WordPress.com weblog

Di sini Engkau beristirahat dengan tenang.

Panas sedikit menyengat di kulit..
Dengan pohon Kamboja yang melindungi kami diantara gundukan makam-makam tua…
Ku melangkah ke satu makam yang masih baru..
Ya… terbilang baru karena baru berumur 2 minggu…
Assalamu’alaikum ya Ahli kubur Santi Rahayu…. salam ku sambil kupegang nisannya….
Nisan ini terukir namamu
SANTI RAHAYU Binti TARYANTO
lahir 17-08-1981
Wafat: 03-12-2008

Engkau masih muda sekali dengan dua orang anak yang engkau lahirkan…
Engkau telah mempercayakanku sepenuhnya untuk menjaga dua buah hati kita…
Hati mana yang tak pilu, engkau terbujur kaku didalam tanah ini …

Semoga cahaya kebaikanmu di dunia sebagai penerangmu disini..
Semoga amal ibadahmu sebagai temanmu disini…
Semoga Do’a kami akan melapangkanmu dialam ini..
Semoga pengorbananmu mendapatkan tempat terbaikmu disini….

Setiap jiwa pasti akan merasakannya.
Merasakan satu hal yang mereka sebut sebagai kematian.
Setidaknya memang begitulah yang Allah katakan dalam firman-Nya.
Dan kamipun menyadari sepenuhnya.

Kupegang Nisan ini seakan merasakan memegang keningmu….
Do’a dan harapan ku panjatkan untukmu…
Ikhlas ku rela mendahului kami agar kau tenang
Semoga anakmu kelak menjadi anak yang sholeh dan sholehah
Dimana akan menjadi penyelamat kita di akherat nanti..
InsyaAllah….

Ku beranjak dari tempatku…
Kulangkahkan kaki ini dengan segala harap dan asa…
Melangkah dalam rahmat dan ridha-Nya.
Semoga dipermudah segalanya…di ringankan segala urusannya…

Aku mengharapmu yaa Rabb …
Untuk hidup yang lebih baik. InsyaAlloh …

Cirebon, 11:30AM, 25 Dec 08

January 13, 2009 Posted by Abu Najwa | True Story | | 1 Comment

semua yang tercipta pasti akan kembali kepadanya..

Cirebon, 3 Dec 2008

Pagi itu raut muka kembali bersinar…
rasa sakit kau simpan agar kekhawatiranku membias…

Selamat pagi sayang….

sembari kukecup kening yang dingin itu…
kau paksakan semuanya kembali pulih…
kau paksakan memegang dan mencium tanganku dengan tangan yang bergetar…
maafkan abi, bunda…

sesaat Hp ku berbunyi, nampak profile ibu di display..
” ada apa mak..(ibu)..”
” Santi gimana ..???”
” Udah baekan mak..” sudah banyak perkembangannya”

” Can,… Aflah demam tinggi…. bisa ke Jakarta hari ini, can..?
besok ke Cirebon lagi …”
” inngih mak..”

Aflah anak keduaku demam tinggi, cemas dan bingung kurasakan…

“Bunda.. Aflah sakit demam, abi boleh pulang sebentar…?
“Besok pagi Abi ke sini lagi…Boleh ..??

“Boleh…” itulah ucapan yang aku dengar.. kuliat kecemasan didinginnya raut muka dan kecemasan hatimu..

Kucium kembali dahi istri yang mulai berkeringat dingin…. kugenggam erat tanganmu..
Inilah saat yang sangat di sukai rasul kita… bermesraan dengan istri adalah sadakah ..
saat tangan suami istri saling menggenggam InsyaAllah dari sela-sela jari bergugurlah dosa-dosa kita…

Saat berpamitan kau paksakan untuk memeluk dan mencium tanganku..
dengan berbisik..
“maaf ya abi,….” hanya itu yang aku dengar…
tak kurasa titik-titik air mataku bergerai..”

Iya … abi juga minta maaf ya.. bunda….
Abi .. ke jakarta dulu …. besok abi pasti kecirebon lagi…

Anggukan dan tatapan mengiringiku meninggalkan kamar perawatan… walau hati ini sedikit resah…
Resah, khawatir, bingung….
Disisi istriku terbaring lemah di Rumah sakit Cirebon…
di sisi lain puteraku demam tinggi…yang mana belum kuketahui persis keadaanya…

Jam 7 malam ku sampai jakarta…
kupeluk erat anak kedua ku…
badannya panas dan rintihan terus kau ucapkan…
pujian dan do’a terus kupanjatkan untuk-MU…
memohon… menangis… hanya Engkaulah sang maha Penyembuh….

Alhamdulillah jam 9 malam Aflah sudah tenang dan tertidur… walau masih sedikit demam…
ku peluk dan kuliat kedua anak ku yang tertidur pulas…
Terima kasih Ya Allah…. kau telah memberikan buah hati yang sangat cantik dan tampan…
kukecup kening putri pertamaku Najwa dengan barisan do’a agar kelak menjadi mujahidah yang berkualitas…
menggeliat tubuhnya karena kecupanku… seakan merasakan akan kehadiranku….

Tak lama kemudian… Hp ku berbunyi kali ini dari Ayah Istriku…

“Ya pak.. ada apa….”
“Candra… Santi sekarang kritis…”
Terperanjat ku dari tempat tidurku….
“Dokter ada di situ pak…?”
“Iya… sekarang sudah di tangani..”

Cemas,…khawatirr,…Bingung,…. seakan menyerah dan menghantam tubuhku dari segala arah…
Berdo’a .. berdo’a dan terus ku berdo’a …
Semuanya ku serahkan kepadamu ya Allah…
Engakulah sang maha Penyembuh…
Engakulah sang maha Keputusan…
Jika Engkau berkehandak menyembuhkan maka sembuhkanlah segera ya Allah….
Hamba tidak pernah tahan melihat orang tersayang hamba menggigil, meradang, kadang menangis menahan sakit…

Jam 10 malam kembali ku hubungi Ayah istriku…
Sekarang Istriku dalam keadaan taksadarkan diri….
Istriku dalam keadaan koma….
Ya.. ALLAH…. jangan kau siksa istri hamba ini ya Allah…

Ya Allah… jika engaku belum menghendakinya…Sembuhkanlah kembali istriku ….
Jika engaku sayang padanya… Ambilah ya Allah dalam keadaan khusnul khotimah ..
Ambilah dengan sebaik-baik hambaMu ya Allah….
segala do’a dan pujian terus mengalir di hati….
memohon yang terbaik bagi kami dengan kuasa-Nya…

kurang dari satu jam… Dokter yang merawat istriku menelpon…
Asaku mulai timbul… semoga semuanya lancar….

“Hallo.. Dok..”
“Pak candra… mohon maaf… Istri bapak sudah tidak ada…
kami telah berusaha semampu kita pak…”

badanku tak terasa… Hatiku bergunjang…. kosong… semuanya kosong…
dengan lirih kuucapkan.. Innalilahi wa innalilahi roji’uun…
“Terima kasih Dok…” seraya tubuhku melayang tak tersasa…
ku tersungkur ditubuh Ibuku dengan dengan tangisan yang tak pernah ku lakukan semenjak Meninggalnya Ayahku..
Tangisan kehilangan… Tangisan yang terbendung…
Rasa bersalah menyelimuti diri…
Disaat istri sedang berjuang dengan maut… aku suaminya tak ada disampingnya….
Ya Allah… Apakah ini yang terbaik bagi kami ya Allah….
Jika Iya.. Saya dan Anak-anak saya akan ikhlas dengan kejadian ini…
Tapi tabahkanlah kami ya Allah…
Kuatkan hati kami ya Allah…

Santi….
Ternyata…. Ciuman itu adalah ciuman terakhir darimu….
Ternyata…. Senyuman itu adalah senyummu yang terakhir untukku…
“maaf ya abi”….iya Kata-kata itu adalah kata-kata terakhir yang keluar dari sudut bibirmu..

Terima kasih Santi…istriku
Kau telah memberikan dua buah hati sebagai penggantimu…
Kan kujaga dia dengan segala kemampuanku…
kau telah menemaniku disaat senang dan sedih…
melayaniku… menasehatiku…
membangkitkanku pada saatku jatuh….
memberiku semangat saat ku terpuruk…
Allah sangat sayang padamu sehingga kau lebih cepat disisiNya.

Semoga kau lapang dialam-Nya…
mendapatkan tempat yang terbaik…
jauh dari siksa kuburmu…
Abi akan mencoba Ikhlas agar kau tenang disana…

semua yang tercipta pasti akan kembali kepadanya..

Abi sangat sayang Bunda…..
Terima kasih Bunda….

January 2, 2009 Posted by Abu Najwa | True Story | | 3 Comments