Karunia-Mu
Yaa Allah! Bukakanlah bagiku pintu-pintu karunia-MU, turunkan untukku berkah-berkahmu.
Berilah kemampuan untukku kepada penyebab-penyebab keridloan-MU,
dan tempatkanlah aku di dalam sorga-MU yang luas,
Wahai Penjawab doa orang-orang yang dalam kesempitan.
Ya Allah ya Tuhan kami
Janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmatMu dari tipu daya orang- orang yang kafir (Qs. Yunus: 85-86).
Ya Tuhanku, sungguh aku berlindung kepadaMu dari memohon sesuatu yang aku tidak mengetahui hakikatnya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampunan serta tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk golongan orang-orang yang merugi (QS. Hud: 47).
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami berikanlah ampunan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat) (QS. Ibrahim: 41-42).
Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar, dan keluarkanlah pula aku secara keluar yang benar. Dan berikanlah kepadaku dari sisiMu kekuasaan (pemimpin) yang menolong (Al-Isro’: 80).
Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini. (QS. Al-Kahfi: 10).
Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku. (QS. Thoha: 27)
Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sungguh Engkau Maha Pendengar doa. (QS. Ali ‘Imran: 38).
Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung pula kepada-Mu, ya Tuhan kami dari kedatangan mereka kepadaku. (QS. Al-Mukminin: 97-98).
Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqan: 74).
Allaahummagh firlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaani shaghiraa.
Ya Allah, ampunilah dosa hamba dan dosa kedua orang tua hamba, dan kasihanilah mereka sebagaimana mereka mengasihani hamba sejak kecil.
Berilah ketenangan kepada Ayah kami di sisi-Mu ya Allah, terimalah segala amal baiknya selama di dunia ini ya Allah….
Ya Allah Ya Rab… berikanlah ketabahan hati Ibunda hamba di usia senja. Berikanlah kesehatan dan segala sesuatu yang terbaik untuknya…
Rabbana afrigh ‘alayna sabran wa thabbit aqdamana wansurna ‘alal-qawmil-kafirin
(Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir)
Rabbana atina fid-dunya hasanatan wa fil ‘akhirati hasanatan waqina ‘adhaban-nar
(Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka)
Ya Allah ya tuhan kami,
Kiranya seumur hidup kamipun tak akan sanggunp menyelesaikan deretan doa doa dan permintaan kami, karena rejeki karunia dan nikmatMu benar benar tidak terkira dan tak terhitung.
Terimakasih atas rejeki yang kau berikan tanpa kami sangka-sangka, kesehatan yang kadang kami lupa mensyukurinya, cinta kasih, kebahagiaan, dan kemudahan yang tiada tara yang telah Engkau berikan dalam kehidupan kami.
Berikan hamba keluarga yang bahagia dan sejahtera dengan Istri dan anak yang solehah. Bukakan lah pintu-pintu penenang hati kami agar senantiasa mendapatkan ketenangan dan kenyamanan dalam keluarga ini
Semoga selamanya akan tetap bersama dalam suka duka dan cinta dibawah limpahan karunia dan kasihMu. Amin
Allahumma Shollii Alaa Sayyidina Muhammad wa Alaa Alihi Sayyidina Muhammad
Amin .. amin … amin … ya Rabbi.
Renungan Malam Pertama
Satu hal yang akan menanti kita…
Indahnya malam pertama…
Malam yang tak pernah kita sangka-sangka
Malam dimana hanya terjadi satu kali di kehidupan kita
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara….
isak tangis istri kita… suami kita.. anak-anak kita ..
tak seorangpun dapat menolong ….
Dihari itu ..
kita sangat dan sangat dimanjakan …
Badan kita di bersihan
Dimandikan dengan rasa haru …
Dengan ikhlas kita dibersihkan olehnya …
Saat – saat terakhir menyentuhnya …
Itulah sosok Kita….
Itulah jasad Kita waktu itu….
sosok yang tak dapat berbuat apa-apa…
sosok yang lemah tak berdaya….
Apa jadinya jika kita tak mempunyai seseorang yang kita kasihi…
Apa jadinya jika kita hidup tidak ada yang peduli …
Apa jadinya jika tak ada yang merawat kita menghadap Sang Khalik…
Hanya Kain putih yang membawamu serta…
Hanya kapas putih yang menyumpal di setiap lubang tubuhmu…
Hanya keranda yang bisa mengantarmu…
Ketika kau di hadirkan di liang lahat…
terkubur sendiri didalam tanah nan liat…
tak satupun yang menemanimu..
tuk mempertanggung jawabkan segala lakumu..
Malam pertamapun datang….
cacing nan gemulai menyentuh ..
dari atas hingga ujung kaki…
Menyapa .. .
tersenyum …
seolah meledekimu …
Mana pangkatmu di dunia ..
Mana hartamu yang sering kau kejar…
Mana kecantikanmu yang selalu kau banggakan…
Bisakah kau lawan ..
Bisakah menolongmu …
Bisakah menghindar darinya…
Masihkah kau berjalan dengan kesombonganmu…
Masihkan bisakah kau hina orang di sekelilingmu…
Masih bisakah kau menyakiti sesamamu….
Takut…
Sepi….
Dingin…
Sendiri …..
…………………..
Pidato Severn Suzuki, 12 th di Ruang Sidang PBB membuat forum PBB terdiam

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki. Seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization ( ECO ).
ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak-anak yang mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak-anak lain mengenai masalah lingkungan.
Dan mereka pun diundang menghadiri Konferensi Lingkungan hidup PBB tahun 1992. Pada saat itu, Seveern yg berusia 12 tahun, memberikan sebuah pidato yang sangat kuat yang memberikan pengaruh besar (dan membungkam) beberapa pemimpin dunia terkemuka.
Apa yang disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun, hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, dan saat pidatonya selesai, ruang sidang yang penuh dengan orang-orang terkemuka berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun itu?
Inilah Isi pidato tersebut: ( sumber The Collage Foundation )
foto saat pidato – usia 12 tahun
Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization.
Kami Adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri.
Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.
Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.
Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya di seluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. Kami tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya lapisan OZON.
Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya, hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama seperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.
Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir.
Jika anda tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi – dan anda semua adalah anak dari seseorang.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama, dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.
Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: “Aku berharap aku kaya , dan jika Aku kaya, Aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang.”
Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. Bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India.
Saya hanyalah seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemisikinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain.
Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan.
Tidak menyakiti makhluk hidup lain, berbagi dan tidak tamak.
Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konferensi ini. Mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan “Semuanya akan baik-baik saja”, “Kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan” dan “Ini bukanlah akhir dari segalanya”.
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?
Ayah saya selalu berkata “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatan mu bukan oleh kata-kata mu”
Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.
Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.
.: Gundahnya seorang Ayah :.
Segenggam Gundah (Ode untuk Para Ayah)
Subuh tadi saya melewati sebuah rumah, 50 meter dari rumah saya dan melihat seorang isteri mengantar suaminya sampai pagar depan rumah. “Yah, beras sudah habis loh…” ujar isterinya. Suaminya hanya tersenyum dan bersiap melangkah, namun langkahnya terhenti oleh panggilan anaknya dari dalam rumah, “Ayah…, besok Agus harus bayar uang praktek”.
“Iya…” jawab sang Ayah. Getir terdengar di telinga saya, apalah lagi bagi lelaki itu, saya bisa menduga langkahnya semakin berat.
Ngomong-ngomong, saya jadi ingat pesan anak saya semalam, “besok beliin lengkeng ya” dan saya hanya menjawabnya dengan “Insya Allah” sambil berharap anak saya tak kecewa jika malam nanti tangan ini tak berjinjing buah kesukaannya itu.
Di kantor, seorang teman menerima SMS nyasar, “jangan lupa, pulang beliin susu Nadia ya”. Kontan saja SMS itu membuat teman saya bingung dan sedikit berkelakar, “ini, anak siapa minta susunya ke siapa”. Saya pun sempat berpikir, mungkin jika SMS itu benar-benar sampai ke nomor sang Ayah, tambah satu gundah lagi yang bersemayam. Kalau tersedia cukup uang di kantong, tidaklah masalah. Bagaimana jika sebaliknya?
Banyak para Ayah setiap pagi membawa serta gundah mereka, mengiringi setiap langkah hingga ke kantor. Keluhan isteri semalam tentang uang belanja yang sudah habis, bayaran sekolah anak yang tertunggak sejak bulan lalu, susu si kecil yang tersisa di sendok terakhir, bayar tagihan listrik, hutang di warung tetangga yang mulai sering mengganggu tidur, dan segunung gundah lain yang kerap membuatnya terlamun.
Tidak sedikit Ayah yang tangguh yang ingin membuat isterinya
tersenyum, meyakinkan anak-anaknya tenang dengan satu kalimat, “Iya, nanti semua Ayah bereskan” meski dadanya bergemuruh kencang dan otaknya berputar mencari jalan untuk janjinya membereskan semua gundah yang ia genggam.
Maka sejarah pun berlangsung, banyak para Ayah yang berakhir di tali gantungan tak kuat menahan beban ekonomi yang semakin menjerat cekat lehernya. Baginya, tali gantungan tak bedanya dengan jeratan hutang dan rengekan keluarga yang tak pernah bisa ia sanggupi. Sama-sama menjerat, bedanya, tali gantungan menjerat lebih cepat dan tidak perlahan-lahan.
Tidak sedikit para Ayah yang membiarkan tangannya berlumuran darah sambil menggenggam sebilah pisau mengorbankan hak orang lain demi menuntaskan gundahnya. Walau akhirnya ia pun harus berakhir di dalam penjara. Yang pasti, tak henti tangis bayi di rumahnya, karena susu yang dijanjikan sang Ayah tak pernah terbeli.
Tak jarang para Ayah yang terpaksa menggadaikan keimanannya, menipu rekan sekantor, mendustai atasan dengan memanipulasi angka-angka, atau berbuat curang di balik meja teman sekerja. Isteri dan anak-anaknya tak pernah tahu dan tak pernah bertanya dari mana uang yang didapat sang Ayah. Halalkah? Karena yang penting teredam sudah gundah hari itu.
Teramat banyak para isteri dan anak-anak yang setia menunggu
kepulangan Ayahnya, hingga larut yang ditunggu tak juga kembali. Sementara jauh disana, lelaki yang isteri dan anak-anaknya setia menunggu itu telah babak belur tak berkutik, hancur meregang nyawa, menahan sisa-sisa nafas terakhir setelah dihajar massa yang geram oleh aksi pencopetan yang dilakukannya. Sekali lagi, ada yang rela menanggung resiko ini demi segenggam gundah yang mesti ia tuntaskan. Sungguh, diantara sekian banyak Ayah itu, saya teramat salut dengan
sebagian Ayah lain yang tetap sabar menggenggam gundahnya,
membawanya kembali ke rumah, menyertakannya dalam mimpi, mengadukannya dalam setiap sujud panjangnya di pertengahan malam, hingga membawanya kembali bersama pagi. Berharap ada rezeki yang Allah berikan hari itu, agar tuntas satu persatu gundah yang masih ia genggam. Ayah yang ini, masih percaya bahwa Allah takkan membiarkan hamba-Nya berada dalam kekufuran akibat gundah-gundah yang tak pernah usai. Para Ayah ini, yang akan menyelesaikan semua gundahnya tanpa harus menciptakan gundah baru bagi keluarganya. Karena ia takkan menuntaskan gundahnya dengan tali gantungan, atau dengan tangan berlumur darah, atau berakhir di balik jeruji pengap, atau bahkan
membiarkan seseorang tak dikenal membawa kabar buruk tentang dirinya yang hangus dibakar massa setelah tertangkap basah mencopet.
Dan saya, sebagai Ayah, akan tetap menggenggam gundah saya dengan senyum. Saya yakin, Allah suka terhadap orang-orang yang tersenyum dan ringan melangkah di balik semua keluh dan gundahnya. Semoga.
dikutib dari sebuah milis
Kita Pasti Bertemu kembali…. (Part1)
Bunda…
bulan kemaren Aflah genap 1 tahun.. tepatnya tanggal 27 Juni.
Sekarang Aflah sudah bisa berdiri sendiri lho…
Aflah dibeli’in Abi kue ulangtahun. Rasanya enak, ada Narutonya kesukaan Aflah. Bunda mau ….???
sekarang Aflah lagi latihan berhitung ama Abi dan belajar nyanyi “burung kakaktua” dan “topi saya bundar”.
Aflah lagi pilek nih.. ketularan ama Abi.. huuuhuhu..
Lagian siy.. abi lagi pilek sering nyiumin Aflah n melukin Aflah kalo bobo..
Aflah juga bandel siy.. maunya minta gendong ama Abi mulu.. kadang kita berdua digendong lo ama Abi…
Bunda istirahat yang tenang disana ya… Aflah do’ain moga Bunda senantiasa dalam rahmat Allah..
Hallo Bunda.. ini Najwa….
yang biasa bunda panggil Wawa…
Wawa seneng banget diberi nama itu “Najwa Asyifa Candra Khairunnisa”
Nama yang indah bunda..
Bunda.. kemaren tanggal 19 Juli 2009 Wawa genap 2 tahun…
kita makan bareng di D’Cost bareng Bunda-bunda tetangga kita…
Bunda-bunda yang juga sayang ama Wawa dan dede Aflah…
Jadi Tahun ini abi ga beliin kue ulang tahun.
Kemaren Wawa dapet banyak kado juga dari bunda-bunda ada yang kasih baju bagus dan tas warna pink kesukaan wawa.
Minggu ini wawa kok males makan ya … tapi gantinya wawa minum susu banyak.. trus ngemil roti sobek.. ama puding…
hehehe….
Bunda disana baik-baik ya … wawa mo belajar sholat ma abi…
mo belajar berdo’a ama abi untuk do’a in bunda….
Wawa Janji akan jadi yang terbaik …
Jika aku mencinta……
Ya Allah, jika aku mulai mencintainya,
Jadikanlah cinta ini kepada melabuhkan cintanya padaMu,
agar bertambah cinta ini tidak melebihi cintaku kepada-Mu
Ya Allah yang maha rahman, jika aku merindukannya,
mohon jaga rinduku pada seseorang yang selalui rindu di jalanMu.
Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya
agar aku tidak melupakan rinduku pada jannah-Mu .
Ya Allah,ketika aku menikmati cinta ciptaan-Mu
jangan kau lalaikan kami
bahwa hal terindah adalah bermunajat kepada-Mu
Ya Allah, jika aku mencintai pilihan-Mu,
peliharalah cinta dan sayang kami
agar kami selalu mencintainya karena-Mu
Ya Allah, ridhoi kami hidup bersama
ingatkan kepada kami
agar kami tidak melupakan keberadaan-Mu di sisi kami
Ya rabb,jika aku mulai menyayanginya,
jagalah rasa sayang ini padanya
agar tidak melebihi rasa sayang ku kepada-Mu.
Ya Rabb, jika hati ini mulai tenang,
tenangkanlah hatiku padanya
agar tidak berpaling dari-Mu.
dari-Mu cinta ini kuberikan
dari-Mu rindu ini kurasakan
dari-Mu sayang ini kujaga
Karena ku cinta karena-Mu
Karena ku rindu karena-Mu
Karena ku sayang karena-Mu
…………
… adalah hakmu, anakku
harap….
asa……
adalah do’a darimu nak,…
Benar adanya, anak adalah investasi orangtua kelak
hati orangtua mana yang tak bahagia
bila nanti di akhirat ditolong oleh anak-anaknya
di tolong oleh do’a-do’a dari anak-anak mereka.
bila anak menangis di tengah malam
memohonkan ampun kepada sang khalik atas dosa orangtuanya
bila anak menjaga izzah
adalah balsanmu terindah yang kau berikan
abi sadar…
semua tergantung dari goresan tinta
goresan tinta di lembaran putih hatimu
adalah hakmu, anakku….
mengenalkan Islam agar kau berpegang teguh pada-Nya
adalah hakmu, anakku….
meminta abi mengajarkan akhlakmu
adalah hakmu, anakku
meminta abi untuk menceritakan kisah Rasul-Mu
adalah hakmu, anakku
mengajarkanmu tuntutan sholat agar kau selalu dekat dengan-Nya
adalah hakmu, anakku….
meminta abi mengeja ayat-ayat-Nya agar kau mengamalkan-Nya
adalah hakmu, anakku….
mendapatkan pemimpin yang menuntunmu menuju janah-Nya
adalah hakmu, anakku….
mengarahkan kau di jalan yang terbaik
Alangkan indahnya bila di dalam keluarga terdapat rasa saling membutuhkan
Alangkah indahnya bila di dalam keluarga selalu melafazkan asma-Nya
Alangkah indahnya bila di dalam keluarga berjama’ah bersujud kepada-Nya
Alangkah indahnya bila di dalam keluarga bersama memohon ampunan-Mu
Alangkah indahnya bila di dalam keluarga saling menasehati dan mengingatkan
Alangkah Indahnya jika tiap gerak adalah ketaatan kepada-Mu
Alangkah Indahnya tiap nafas terucap tasbih-Mu
Alangkah Indahnya jejak melangkah kepada-Mu
Alangkah Indahnya jika kau balas cinta ini dengan rahmat-Mu
Alangkah Indahnya jika ikhtiar ini kau balas dengan rejeki-Mu
Abi cinta kalian karena Allah…
abi akan belajar semua..
abi akan lebih berusaha
berusaha memberikan hak-hakmu, anakku…
Abi mencintai kalian karena Allah….
Salam sun sayang buat anak-anaku dan bunda
Najwa dan Aflah adalah bagian dari hati ini.
at my desk,11 March 2009
Amanah-Mu yang kurindu
Bersama jalani garis lintas-Mu
Inilah yang mengisi lembaran
Semakin terisi semua dibenak
Anggun yang melintas
Yang semakin menyayat
Angan terus melayang terbumbung
Nun jauh…jauh tanpa kuraih
Gak hanya bayang yang ada
Nampak senyum mengembang
Adakah asa yang tersisa
Jejak masih terbesit dan tertanam
Walau tak disisi menyendiri
Ambil sisa pedihku
Damai diri yang ada
Amanah-Mu adalah lahan ibadah
Niscaya bertemu di Jannah-Nya
Alam yang Kau cipta
Fana tuk kupijakkan
Lama hanya sementara
Ada yang kekal menanti disana
Hanya pertemuan-Mu lah ku harap
…………………………….
……..Seandainya Aku tahu…
Terima kasih atas semuanya
3 tahun kita selalu bersama
bercanda…
bercerita…
perhatianmu…..
rasa sayangmu….
cemasmu….
gelisahmu…
sangat indah ….
terkenang walimah sederhana kau ikhlas menerimanya…
bersamaku kau jalani sisa hidupmu…
Ternyata Allah sangat sayang padamu, sehingga lebih cepat kau di sisi-Nya…
kau titipkan amanah kepada ku,
dan akan tetap aku jaga dengan segenap kemampuanku…
Semoga mereka menjadi anak soleh dan solehah
yang selalu mendo’akan orangtua dimana itu adalah bekalmu disana…
Ya Allah ..
Lapangkanlah kuburnya…
jauhkanlah dari siksa kuburnya…
dan jadikanlah khusnul khotimah …
Maafkanlah segala dosa-dosanya baik sengaja ataupun tidak…
Leburkanlah Ya Allah….
Terima lah semua amal kebaikannya Ya Allah…
Semoga Ilmu yang telah dia berikan kepada anak didiknya
selalu bermanfaat bagi yang menerimanya
sehingga terus mendapatkan kebajikan-kebajikan yang tiada akhirnya….
Andai ku tahu…
aku takkan pernah meninggalkanmu sedetikpun
Andai ku tahu
takkan ku lalaikan apapun maumu…
Andai kutahu…..
takkan kubiarkan kau letih membantuku..
………Seandainya Aku tahu
Di sini Engkau beristirahat dengan tenang.
Panas sedikit menyengat di kulit..
Dengan pohon Kamboja yang melindungi kami diantara gundukan makam-makam tua…
Ku melangkah ke satu makam yang masih baru..
Ya… terbilang baru karena baru berumur 2 minggu…
Assalamu’alaikum ya Ahli kubur Santi Rahayu…. salam ku sambil kupegang nisannya….
Nisan ini terukir namamu
SANTI RAHAYU Binti TARYANTO
lahir 17-08-1981
Wafat: 03-12-2008
Engkau masih muda sekali dengan dua orang anak yang engkau lahirkan…
Engkau telah mempercayakanku sepenuhnya untuk menjaga dua buah hati kita…
Hati mana yang tak pilu, engkau terbujur kaku didalam tanah ini …
Semoga cahaya kebaikanmu di dunia sebagai penerangmu disini..
Semoga amal ibadahmu sebagai temanmu disini…
Semoga Do’a kami akan melapangkanmu dialam ini..
Semoga pengorbananmu mendapatkan tempat terbaikmu disini….
Setiap jiwa pasti akan merasakannya.
Merasakan satu hal yang mereka sebut sebagai kematian.
Setidaknya memang begitulah yang Allah katakan dalam firman-Nya.
Dan kamipun menyadari sepenuhnya.
Kupegang Nisan ini seakan merasakan memegang keningmu….
Do’a dan harapan ku panjatkan untukmu…
Ikhlas ku rela mendahului kami agar kau tenang
Semoga anakmu kelak menjadi anak yang sholeh dan sholehah
Dimana akan menjadi penyelamat kita di akherat nanti..
InsyaAllah….
Ku beranjak dari tempatku…
Kulangkahkan kaki ini dengan segala harap dan asa…
Melangkah dalam rahmat dan ridha-Nya.
Semoga dipermudah segalanya…di ringankan segala urusannya…
Aku mengharapmu yaa Rabb …
Untuk hidup yang lebih baik. InsyaAlloh …
Cirebon, 11:30AM, 25 Dec 08
-
Recent
- Karunia-Mu
- Renungan Malam Pertama
- Pidato Severn Suzuki, 12 th di Ruang Sidang PBB membuat forum PBB terdiam
- .: Gundahnya seorang Ayah :.
- Kita Pasti Bertemu kembali…. (Part1)
- Jika aku mencinta……
- … adalah hakmu, anakku
- Najwa dan Aflah adalah bagian dari hati ini.
- ……..Seandainya Aku tahu…
- Di sini Engkau beristirahat dengan tenang.
- semua yang tercipta pasti akan kembali kepadanya..
- Bocah Misterius
-
Links
-
Archives
- November 2009 (3)
- September 2009 (1)
- July 2009 (1)
- April 2009 (2)
- March 2009 (2)
- January 2009 (2)
- September 2008 (1)
- August 2008 (3)
- June 2008 (1)
- May 2008 (2)
- April 2008 (1)
- March 2008 (2)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS